Bahaya Memaksa Mesin Setelah Mogok Akibat Overheating

Category: Emergency Created on Thursday, 22 September 2011 Last Updated on Thursday, 22 September 2011 Published on Thursday, 22 September 2011 Written by Administrator

Ketika mesin mogok sebaiknya kita memang tidak panik. Tetaplah bersikap tetap tenang dan sebisa mungkin berusaha membuat mobil bisa kita kendarai lagi. Misalnya, dengan mengecek aki dan men-jumper-nya jika terbukti aki lemah sebagai penyebabnya. Atau, dengan mengecek sekring engine barangkali putus dan harus diganti.

Tetapi, ada satu penyebab yang tidak membolehkan kita memaksa menghidupkan mesin mogok. Yaitu, jika mesin mogok gara-gara overheating (temperatur mesin terlalu panas). Sebaiknya, derek saja mobil Anda. Atau hubungi AstraWorld di 500 898 (fixed line), 89 898 (ponsel). AstraWorld akan datang ke lokasi mogok, lalu menggendong mobil Anda ke bengkel. Para mekanik akan memeriksa kondisi mesin. Misalnya, memastikan apakah overheating sudah mengakibatkan kerusakan pada komponen-komponen mesin.

Hindari kebiasaan yang sering dilakukan pengendara ketika mesin mati setelah overheating. Biasanya, mereka memaksa menghidupkan mesin kembali. Pertama, mereka mendinginkan mesin. Setelah dianggap cukup dingin, mereka mencoba menghidup-hidupkan kembali dengan memutar kunci kontak ke posisi START sambil menekan-nekan pedal gas.

Bisa saja mesin hidup dan mobil dapat dikendarai lagi. Namun, risiko tindakan seperti itu terlalu berat. Dikhawatirkan, mesin mengalami kerusakan serius dan dampaknya harus di-overhaul. Bisa jadi harus turun mesin dan ganti beberapa komponennya. Beberapa kerusakan yang dapat muncul misalnya silinder head dan stang piston (seher) bengkok.

Semua kemungkinan buruk semacam itu dapat terjadi karena temperatur yang melebihi batas normal akan membuat komponen-komponen mesin berbahan logam berubah bentuk dan ukuran akibat pemuaian. Terutama, pemuaian pada bagian piston yang mengakibatkan komponen yang seharusnya naik turun ini macet. Saat piston macet itulah mesin akan mati.

Saat temperatur dingin, pemuaian mungkin berkurang. Tetapi, komponen tidak akan kembali persis ke bentuk semula. Bisa kita bayangkan jika mesin dipaksa hidup. Benturan antarlogam akan berlangsung berulang-ulang. Nah, itulah yang pada akhirnya membuat kerusakan lebih parah. Biaya perbaikan pun pasti lebih besar.

Sumber: Toyota Astra

Hits: 7476