Trik Mengemudi di Musim Hujan

User Rating: Rating Star BlankRating Star BlankRating Star BlankRating Star BlankRating Star Blank / 0
PoorBest 

Jika kita tidak bisa menyiasati situasi jalanan maka bisa mengundang kecelakaan.

Saat hujan mengguyur jalanan, banyak resiko buruk yang bisa terjadi oleh para pengemudi jika tak berhati-hati. Karena saat hujan, biasanya di barengi dengan lampu mati, jalanan becek, macet dan banjir. Jika kita tak bisa menyiasati situasi jalanan maka bisa mengundang kecelakaan. Ikuti trik berikut ini supaya anda bisa melaju dengan tenang di tengah jalanan yang tersiram hujan lebat.

  1. Menghadapi hujan lebih baik nyalakan lampu kecil. Bila kurang yakin bahwa pengendara di belakang tak dapat menangkap sinar lantaran curahnya cukup lebat, pakai saja lampu utama. Atau gunakan lampu kabut (fog lamp).
  2. Perhatikan penghapus kaca anda, pastikan berfungsi dengan baik.
  3. Perhatikan kembang keempat ban. Apalagi yang menggunakan radial. Risikonya bila menerjang genangan air dengan kecepatan tinggi, roda tidak menapak pada permukaan jalan alias melayang. Tindakan paling tepat sebelumnya kurangi kecepatan dan turunkan gigi persneling. Bila perlu yang paling rendah.
  4. Pastikan roda depan sudah lurus. Tahan setir, jaga putaran mesin dengan konstan. Pedal gas jangan diangkat karena bila ketinggian air melebihi pipa gas buang, air akan masuk ke knalpot.
  5. Jika terjebak banjir, sekali-sekali injak pedal rem jika jarak dengan kendaraan di belakang agak jauh untuk memastikannya bekerja sempurna. Karena rem tromol yang tersiram air suka blong. Perlakukan pedal gas, rem dan kopling secara halus. Jangan menekan pedal kopling terlalu lama karena mobil akan meluncur cepat. Bila kopling langsung dilepas akan menimbulkan gejala selip lantaran roda memperoleh traksi secara mendadak.
  6. Perlakukan setir dengan lembut dan pemutarannya diurut secara teratur. Posisi tangan kala mobil lurus berada di jarum jam 3 dan 9. Jika ingin menikung ke kiri, jangan sekali-sekali telapak tangan kanan menggenggam bagian dalam setir dengan posisi siap menarik. Bahanya jika mobil selip, reaksi setir jadi lambat.
  7. Saat hujan ikuti deretan kendaraan di depan. Bila ingin pindah jalur, minimal 25 meter sebelumnya nyalakan lampu sein sambil mengamati kendaraan dari belakang spion luar atau dalam tak lebih dari 5 detik.
  8. Saat menikung pada jarak 50 meter sudah mengurangi kecepatan dibarengi pasang sein dan sambil menurunkan persneling satu per satu untuk membantu fungsi pengereman.
  9. Sebelum membelok, perhatikan kendaraan yang di belakang dan di depan.

Sumber: Toyota Astra

Hits: 2587