Test Drive Toyota Prius Gen3

User Rating: Rating Star BlankRating Star BlankRating Star BlankRating Star BlankRating Star Blank / 0
PoorBest 

Prius 1Jakarta - Hampir tiga tahuun sudah PT Toyota Astra Motor memasarkan mobil bermesin ganda bensin dan listrik, Toyota Prius. Mulai dari Generasi kedua (Gen2) sampai sekarang generasi ketiga (Gen3).

Banyak inovasi dan perubahan yang dilakukan Toyota pada hybrid terlarisnya ini. Tapi, seberapa banyak sih orang yang tau? Masih anti dengan mobil hybrid? atau malah jadi penasaran?

 

 

PRIUS 1

Desain

Sebenarnya, tidak ada yang berbeda dari tampang Prius dengan mobil-mobil lain yang bermesin konvensional. Selayaknya hatchback, malah Prius tampil lebih stylish dengan lekuk dan garis-garis tajamnya.

Mulai dari lampu utama yang tajam didepan, juga bumper dengan foglamp dan sein menyatu secara vertikal, membuat wajah Prius menjadi sporti, sekaligus mengesankan hi-tech.

Sementara spoiler belakangnya, yang memisahkan jendela belakang menjadi dua tingkat, cukup banyak mendongkrak tampilan Prius menjadi lebih modis.

Pemandangan paling mencolok justru ada pada bagian dalam kabin. Disini nuansa futuristik jelas tersuguhkan dengan wajar dan tidak berlebihan. Yakni dashboard yang menyatu dengan konsol tengah seperti kabin pesawat di film Startrek (kalau anda masih ingat film tersebut). Apik!


Fitur dan Teknologi

Tidak perlu alergi ketika membicarakan fitur-fitur yang tersemat pada Toyota Prius. Dijamin, semuanya ditawarkan semata-mata demi kenyamanan anda dalam mengemudikan Prius.

Mulai dari Multi Information Display, disana kita bisa mengetahui sumber energi mana yang sedang digunakan (listrik atau bensin), kemudian ada rekaman konsumsi bahan bakar, juga speedometer dan indikator BBM.

Dikonsol tengahnya yang menyatu dengan dashboard, ada tiga tombol yang menawarkan pilihan karakter mengendarai Prius, yakni Power, Eco, dan EV. Silakan dipilih, masing-masing memiliki ciri khas kok.

Prius juga sudah menggunakan engine start/stop, jadi masukkan saja kunci kedalam saku. Injak pedal rem, tekan tombol start/stop engine, maka pada layar speedometer terdapat tulisan Ready, nah si Prius siap dibesut!

Toyota juga begitu memperhatikan keamanan dari Prius. Wajar, saat pertama kali dinyalakan biasanya mode listrik saja yang aktif, mesin bensinnya mati, kalau tidak terbiasa kita tidak akan mendengar suara derum mesin, jadi salah-salah bisa main injak pedal gas, mobil nyelonong deh.

Karenanya, kalau tidak menginjak pedal rem, mesin tidak akan mau nyala. Juga ketika berhenti, akan ada suara peringatan bagi pengemudi untuk segera memencet tombol P (Parking).

PRIUS 3


Performa

Prius dibekali mesin ganda, yakni sebuah mesin bensin berkapasitas 1.8 liter VVTi (sama dengan mesin Toyota Altis) dan sebuah motor listrik Toyota Synergy Drive, bersistem seri-paralel.

Asiknya, dengan sistem seri-paralel tersebut, mesin bensinnya bisa digunakan untuk menggerakkan roda secara langsung, atau hanya untuk menjadi generator pengisi baterai listriknya. Atau bisa juga keduanya, yakni membagi antara menggerakkan roda dan mengisi ulang baterai.

Komputerasi pada Prius dengan cerdas mengatur energi mana yang akan digunakan ketika Prius dijalankan. Saat kecepatan rendah, hanya motor listriknya saja yang aktif, begitu masuk kecepatan menengah, giliran mesin bensin yang nyala, motor listriknya mati.

Jadi sangat cocok untuk di Jakarta, karena semakin macet, maka semakin irit konsumsi BBM dari Prius. Kan cuma motor listriknya yang aktif, sedang mesin bensin mati.

Nah, menariknya dengan adanya tiga pilihan mode pengendaraan tadi, mengendarai Prius semakin praktis dan sesuai dengan kebutuhan.

Kalau mau berhemat, silakan pencet tombol Eco Drive Mode. anda mau menginjak pedal gas sedalam atau secara spontan apapun, akselarasi Prius akan tetap lembut dan cenderung kalem.

Beda ketika memencet tombol Power Drive Mode. Akselarasi si hybrid ini mendadak jadi galak, tidak berbeda dengan galaknya akselarasi Toyota Altis, bahkan kecepatan 145 km/jam pun dengan mudah dicapai.

Satu lagi, coba pencet tombol EV Drive Mode, maka kali ini hanya motor listrik yang aktif. Suara senyap, tapi mobil tetap melaju normal. Sayangnya, tidak bisa lama-lama, karena baterainya cepat habis.

PRIUS 2


Handling

Dari sekian banyak keunggulan Toyota Prius dari mobil konvensional, urusan handling, Prius tergolong biasa saja, malah cenderung minus. Jadi, lupakan kalau anda bisa ugal-ugalan dan sedikit nakal ketika mengendarai Prius.

Handlingnya cenderung kaku ketika Prius diajak bermanuver, terutama dirasakan pada bokongnya. Memang Prius cukup aerodinamis, sehingga leluasa membelah angin saat kecepatan tinggi.

Namun ketika harus berbelok spontan, perlu adaptasi lebih untuk bisa mengendalikan Prius. Mobil ini juga tidak segesit Toyota Yaris dalam membelah kemacetan kota.


Konsumsi Bahan Bakar

Seiring dengan kenaikan harga bahan bakar, anda bisa sejenak melupakan SPBU ketika mengendarai Prius. Bahkan, saat memakai mobil konvensional kita sering was-was saat macet, pakai Prius justru malah senang! Lho? Iya, karena semakin macet, semakin irit bahan bakarnya.

Di kondisi lalu lintas macet dan padat merayap, 1 liter Pertamax bisa untuk mengajak Prius berjalan sekitar hampir 29 km! Sementara kecepatan tinggi, konsumsi 1 liter Pertamax bisa mengajak Prius berjalan sejauh sekitar 21 km.


Harga dan Pesaing

Toyota Astra Motor membanderol Toyota Prius Gen3 seharga Rp 599.000.000 on the road. Seharusnya bisa lebih murah kalau pemerintah mau memberikan insentif.

Sejauh ini sejak dipasarkan di Indonesia, Prius mash anteng melenggang sendirian di tanah air, karena belum ada satu produsen lain yang memasarkan mobil dengan jenis dan kelas yang sama dengan Prius.


Hits: 7091